Tuesday, August 25, 2020

Percaya

 ⁣

"Bell, kemarin Andre ke Bandung sama Ajeng" Kania memberi aku sebuah informasi yang tidak ingin aku dengar.⁣

"Katanya mereka mau tunangan" Kania menambahkan informasi walaupun aku tidak merespon. ⁣

"Gue ke Manggarai dulu ya, mau anter pesenan" Aku melesat pergi meninggalkan Kania yang masih asik mengaduk adonan bolu.⁣

*⁣

"Bell, aku ke Bandung buat urusan bisnis. Aku sama Ajeng ngga ada hubungan apa-apa. Kamu harus percaya sama aku" di kereta menuju Manggarai aku bertemu Andre. Aku merasa aneh bisa bertemu dia di dalam kereta. Dia tidak biasanya menggunakan alat transportasi umum. ⁣

*⁣

"Bell, mobil Andre kecelakaan. Andre meninggal satu jam yang lalu. Perjalanan dari Bandung menuju Jakarta" suara Kania terdengar sangat nyaring saat aku sampai rumah. Aku tak mampu menjawab apa-apa. Terbayang wajah Andre yang pucat saat di kereta. ⁣

***⁣

"Andre, aku percaya sama kamu" kataku dengan derai air mata, namun tanganku terus mengaduk adonan kue.⁣

"Bell, istirahatlah. Kuenya udah cukup." Kania menggenggam tanganku yang penuh dengan tepung.⁣

"Andre, aku percaya sama kamu" ucapku lagi. Mengenangmu tak akan pernah ada kata istirahat, walau ini sudah tahun ketiga semejak kepergianmu. ⁣

@30haribercerita #30haribercerita #30HBC2030 #fiksi #30hbc20istirahat

Jatuh

 ⁣

"Kamu ngga apa-apa kan, Ra?" Liem menggenggam tanganku dan membantuku berdiri. ⁣

"Iya ngga apa-apa kok" jawabku sambil membersihkan bajuku yang tertempel banyak pasir.⁣

"Tumben keliatan lagi di kampus?" Liem merapikan buku dan tas aku yang masih berantakan.⁣

"Pengen ketemu dosen, sih" jawabku ragu.⁣

"Liem, peralatan udah siap tinggal minta tanda tangan Bu Lili aja" tiba-tiba Nabila datang membawa surat-surat dan di berikan kepada Liem.⁣

"Ya udah gue aja yang ke Bu Lili. Lu temenin Rara ya abis jatuh tadi dia" Liem segera meninggalkan aku dan Nabila tanpa mengucap apa-apa lagi padaku.⁣

"Jatuh kenapa lu, Ra? Beli minum yuk, biar lu ngga jatuh lagi" Nabila menggandeng tanganku. Kita berdua berjalan menuju kantin. ⁣

"Gue jatuh cinta, tapi beda keyakinan" jawabku dalam hati. ⁣

@30haribercerita #30haribercerita #30HBC2029 #fiksi

Ani

 ⁣

Budi membacakan anaknya sebuah cerita rahasia yang belum pernah ia ungkap. Sore hari di saat libur seperti ini memang waktu yang tepat. Anaknya duduk dan mendengarkan dengan seksama. Sembari mendengarkan, anak Budi mengambil minuman dan juga memakan kerupuk udang yang ada di dalam kaleng khong guan. Budi mulai menyebut nama perempuan yang selama ini hanya ia simpan dalam hatinya. Perempuan itu adalah Ani.⁣

Di Korea, Ani sedang sibuk melayani pembeli. Ia bekerja sambil kuliah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Merantau dan hidup sendiri membuatnya mandiri dan kuat. Hampir tak pernah dalam hidupnya ia mengeluh. Ani hanya yakin bahwa suatu saat ia akan sukses. ⁣

"Ani adalah ibu kamu, ibu kamu belum meninggal"⁣

Budi membongkar semua rahasia yang selama ini ia jaga rapat-rapat. Ia tak ingin mengganggu kehidupan Ani yang sedang mengejar cita-citanya. Budi juga tak ingin anaknya menunggu Ibunya yang entah kapan akan pulang. Mereka hidup berputar pada roda kehidupan masing-masing tanpa saling mengganggu. ⁣

Hari itu tepat 5 tahun setelah kepergian Ani ke Korea. Budi mulai merasa rindu dan ingin melihat wajahnya. Ia juga ingin memperlihatkan Ani pada anaknya. Teringat akun skype milik Ani, namun sayang kuota internetnya belum top up.⁣

@30haribercerita #30haribercerita #30HBC2026 #fiksi #30HBC20mengarang

Sudah selesai

 ⁣

Melihat namamu di list view instagram story-ku membuatku terheran-heran. Bukankah kamu sudah lama tidak follow aku? Lantas mengapa kamu masih kepo dengan kehidupanku? Penasaran aku pun segera membuka profilmu, indahnya pernikahanmu dan bahagianya kamu dengan dia tergambar jelas di feed instagram milikmu. ⁣

"Apa kabar, Tari?"⁣

Beraninya kamu mengirim pesan padaku. Kisah kita sudah selesai bukan? Walau mungkin dalam hatiku kisah kita tak akan pernah selesai. Lantas bagaimana istrimu yang sedang hamil itu? Sebaiknya aku membalas pesanmu dengan formal saja sebagai teman lama.⁣

"Aku kangen sama kamu"⁣

Berulang kali aku membaca pesanmu. Seperti mimpi yang datang dari masa lalu. Nyatanya pesan itu benar-benar datang dari dirimu. Lalu apa artinya semua kebahagiaan yang kamu tampilkan dalam feed instagrammu? Seharusnya pesan seperti itu tidak pernah kamu kirim kepada perempuan manapun selain istrimu. ⁣

"Sabtu ada agenda ngga? Pengen ketemu"⁣

Maaf aku tak bisa membalas lagi semua pesanmu. Pesanmu mungkin juga menggambarkan apa yang aku rasakan. Seharusnya kamu sadar statusmu saat ini sudah berbeda. Hubungan kita sudah bukan seperti dulu lagi. Walau, semenjak kamu pergi, namamu tak pernah pergi dari ingatanku.⁣

@30haribercerita #30haribercerita #30HBC2025 #fiksi

Rejeki

 ⁣

-Rejeki itu dari Allah, bukan dari pembeli-⁣

Menjadi pedagang online seperti saya banyak sekali suka dan duka yang di alami. Naik dan turun pemasukan sudah pasti di hadapi dengan sabar dan ikhlas. ⁣

"Mba, topi ini harganya berapa ya?"⁣

Chat pembeli yang selalu mengundang senyum di bibirku. Setiap produk yang aku posting di instagram @cuilopi sudah jelas harganya, namun masih saja ada yang bertanya. Marah? Tentu tidak, aku jawab mereka dengan sabar.⁣

"Kirim ke Bekasi ongkirnya berapa?"⁣

Saat ada yang bertanya seperti ini otomatis aku harus melihat daftar ongkir. Setelah di jawab pun mereka akan bertanya "Ngga bisa gratis ongkir ka?" Ya kalau saya yang punya jasa pengiriman mungkin saya bisa mengusahakannya 🤗⁣

"Mahal banget, diskon dong!"⁣

Kalimat ini lebih sering aku dapat justru dari pembeli yang aku kenal. Kadang aku bingung harus menjawab apa, karena kalau di diskon maka aku tak dapat untung 😂 Menjelaskan kepada orang yang aku kenal justru lebih sulit daripada kepada orang yang tidak aku kenal.⁣

"Bagaimana kak? Jadi order?"⁣

Setelah lama di beri pertanyaan akhirnya aku yang bertanya. Memperjelas status ini penting, karena aku tidak suka pertanyaan-pertanyaan tadi tidak ada ujungnya.⁣

"Maaf ka, nanti dulu"⁣

Jawaban terakhir dari pembeli. Aku hanya tersenyum dan saatnya mengingat kalimat saktiku⁣

-Rejeki itu dari Allah, bukan dari pembeli-⁣

@30haribercerita #30haribercerita #30HBC2024 #30HBC20mantra

Pernah singgah

 ⁣

"Besok di coffee shop jam 2 ya"⁣

Chat terakhir kamu membuat aku banyak berpikir. Aku memang tahu kamu semasa kuliah dulu, namun kita tidak pernah dekat. Jangankan dekat, berbicara berdua saja bisa dihitung dengan jari selama kuliah. Besok akan jadi hari seperti apa?⁣

"Jadi gimana pertanyaan gue semalem?"⁣

Kalimat itu akhirnya keluar. Semalam sebelum memutuskan bertemu, kamu memang memberiku sebuah pertanyaan mengejutkan. Kamu mengajak aku untuk menikah, aku tidak bisa menjawab karena aku tidak banyak tahu tentang kamu. Pertemuan kali ini pun aku belum bisa menganalisa kamu orang yang seperti apa.⁣

"Kayaknya kita harus banyak kenal dulu deh"⁣

Jujur aku takut mengatakan ini padamu. Namun aku memang belum tahu secocok apa kita saat bersama. Aku tidak mau perbedaan itu nampak setelah menikah. Lebih baik kita tahu satu sama lain sekarang agar kedepannya tidak terjadi kekecewaan. ⁣

"Dar, kayaknya kita ngga cocok ya"⁣

Sudah lima bulan kita mencoba menjalani hari-hari bersama. Banyak sekali prinsip dan keinginan kita yang bertolak belakang. Kita selalu mencoba memahami satu sama lain namun ternyata sulit sekali. Meskipun rasa sayang itu ada, ternyata akhirnya pun tak bisa bersama. ⁣

"Tetep jadi temen aku ya, Dar"⁣

Klasiknya kata-katamu hanya mampu aku setujui di bibir. Aku tak dapat merespon banyak. Nyatanya kedepan kita tak akan sama lagi. Kita akan menjadi dua orang yang berbeda. Terima kasih untuk kamu yang pernah singgah 💝⁣

@30haribercerita #30haribercerita #30HBC2023 #fiksi

Menunggu kereta

 ⁣

"Tujuan lebak bulus berapa lama lagi ya?" ⁣

Seorang wanita berambut panjang bertanya padaku. Sebagai petugas keamanan aku juga harus tahu informasi mengenai jam keberangkatan kereta. Tujuan lebak bulus masih sekitar 10 menit lagi dan ia memilih menunggu di sebelahku. Kami berbincang berbagai hal, aku salut dia tidak memandang aku rendah dan dia juga sama sekali tidak menyentuh ponselnya. ⁣

"Eh mas, saya nunggu sini lagi yak"⁣

Dia tersenyum manis. Sungguh rutinitas yang menyenangkan. Setiap sore aku menunggu dia datang dan menemaniku berjaga sambil menanti keretanya datang. Saat kereta dia datang adalah saat yang berat, karena aku harus menatap punggungnya menjauh dan tidak terlihat lagi. ⁣

"Yah.. Itu barusan kereta saya ya mas? Duh keduluan lagi.."⁣

Bahunya naik turun karena nafasnya yang tak teratur. Dia terlihat sangat lelah berlari mengejar keretanya namun gagal. Aku hanya mampu memberi senyum padanya. Kejadian seperti ini biasa terjadi pada orang lain, namun ketika dia yang mengalaminya aku malah senang. Artinya waktu dia menemaniku menjadi lebih lama. Wajah kesal dan lelahnya terlihat sangat lucu. ⁣

"Kalo kerja sampai malam, istrinya ngga khawatir mas?"⁣

Kalimat tanya darinya membuatku teringat padamu. Kamu yang sudah sebulan meninggalkan rumah demi mencari rejeki untuk biaya berobat ayahmu. Apa kabarmu? Aku malah mencari hiburan lain di tempat kerjaku. Maaf sayang, aku khilaf. ⁣

"Istri saya sudah sebulan ngga pulang, kerja di Arab"⁣

@30haribercerita #30haribercerita #30HBC2022 #fiksi⁣

Cookies beruang cokelat

 ⁣

Seorang kawan menawariku sebuah dagangan, cookies coklat berbentuk beruang lucu. Hatiku yang sedang jatuh cinta langsung teringat tentang kamu. Dua beruang aku beli, satu untukmu dan satu untukku. Kita akan memakannya bersama malam minggu nanti. ⁣

"Malam ini ke rumah aku atau jalan?"⁣

Menanti jawabanmu di ujung telepon. Entah mengapa perasaanku tidak nyaman saat suaramu terdengar lain. Biasanya kamu bersemangat menerima telepon dariku. Berusaha aku menepis semua pikiran burukku padamu. Kamu jawab bahwa malam ini kamu akan ke rumahku, jalanan malam minggu biasanya macet dan hanya buang-buang waktu. Aku-pun setuju. ⁣

Jam 7 malam kamu datang dengan jaket jeans kesayanganmu. Wajahmu tampak segar walau tetap terlihat murung, sama dengan suaramu tadi siang. Aku mengajakmu duduk di teras dan memberimu teh manis hangat. Senyummu selalu menjadi senyum termanis. Teh manis buatanku sampai malu, karena ia kalah manis oleh senyummu. ⁣

"Kita udahan aja ya, Frey"⁣

Satu kalimat darimu membuatku tak mampu bernafas. Aku sedang berhalusinasi atau mabuk cinta? Suaramu terdengar jelas namun tertolak oleh seluruh organ di tubuhku. ⁣

"Kenapa?"⁣

Walau aku tidak percaya namun itulah kata tanya yang keluar dari mulutku. Aku butuh alasan, walau aku lebih butuh tidak pernah mendengar kalimat tadi. Deru nafasku tidak dapat aku kendalikan, sebentar lagi air mata akan datang dengan ramainya. ⁣

"Jangan nangis ya"⁣

Kamu berlalu begitu saja. Kamu pergi tanpa meninggalkan alasan yang jelas. Punggungmu menjauh dan aku baru sadar sejak tadi kamu tidak membuka jaket jeansmu. Aku baru sadar bahkan kita belum sempat menikmati cookies beruang berdua. Akhirnya aku merasakan di tinggal ketika hatiku sedang full merasakan sayang sama kamu. ⁣

@30haribercerita #30haribercerita #30HBC2020 #fiksi

Kenangan

Jalanan ini dulu sering aku lewati. Bukan, bukan hanya lewat. Sering aku singgah di rumah berwarna biru muda itu. Rumah itu berisikan kamu, adikmu dan ibumu. Kalian hanya bertiga namun setiap kali masuk kerumah itu rasanya sangat hangat. Ternyata aku bukan hanya mencintaimu, namun juga mencintai keluargamu.⁣

Sejak dua tahun lalu rumahmu tak bisa aku singgahi. Beberapa kali aku hanya bisa lewat dan menatap rumah itu. Bolehkan aku mampir? Namun untuk apa? Hatimu sudah bukan berisi namaku. Kehangatan keluargamu juga sudah tidak jadi milikku. ⁣

Hari ini untuk yang kesekian kalinya aku lewat rumahmu. Aku melihat dirimu dan kawan-kawanmu di teras. Gitar kesayanganmu kau mainkan dengan baik dan kalian berdendang ria. Sekilas saja aku melihat senyummu namun kehangatan itu kurasakan lagi walau sedikit. Ternyata kamu baik-baik saja. ⁣

Kenangan, aku hanya ingin mengenangmu. Tidak, aku tidak akan mengusikmu lagi. Jalan hidup kita sudah berbeda. Aku hanya berharap kamu dan keluargamu bahagia selalu. ⁣

"Eh, mau kemana?"⁣

"Ke rumah sodara, duluan yaa" 😊⁣

@30haribercerita @atirecrebirah03 #30haribercerita #30HBC2017 #fiksi⁣

Bangga

 ⁣

"Skripsi kamu sudah sampai mana?"⁣

Ayah mengajakku ngobrol sore setelah beliau selesai merapikan kebun. Aku menatap guratan-guratan di wajah Ayah menandakan usianya yang sudah menginjak angka 60. Aku kemudian memandang kebun yang sudah cantik dan rapi. Aku mencari jawaban yang tepat untuk Ayah namun sulit sekali.⁣

"Kuliah jangan lama-lama, kerjaan kamu di tinggal dulu saja"⁣

Jujur membagi waktu antara kuliah dan kerja sangat sulit. Aku tidak bisa fokus pada skripsiku karena senin sampai jumat aku sibuk kerja. Untuk melepas pekerjaan ini juga sangat sulit, karena aku sangat suka dan menikmati. Andaikan saja skripsi tidak wajib, pasti aku sudah lulus dan tenang. ⁣

"Oiya tetangga sebelah seangkatan sama kamu kan? Kayaknya sudah tahun lalu dia wisuda"⁣

Ayah mulai lagi membandingkan aku dengan orang lain. Rasanya kesal sekali. Lebih baik aku di nasehati seharian daripada aku harus mendengar pembanding-pembandingku yang jelas berbeda dengan aku. Tolonglah Ayah, jangan lakukan itu terus. Anakmu bisa depresi dan bunuh diri. ⁣

"Ayah bangga ngga sama aku?"⁣

Suaraku mendadak serak. Gejolak dalam diri tidak dapat aku tutupi. Ingin aku curahkan semua perasaanku namun kata-kata itu tidak dapat keluar. Aku menunduk mencoba berdamai dengan segala rasa. Aku mencoba mengerti bahwa Ayah hanya ingin yang terbaik untuk anaknya. Aku pun hanya ingin bisa menjadi kebanggaan Ayah. Badanku kemudian terasa hangat. Tubuh Ayah memelukku dengan nyaman. Ayah mengusap rambutku dan membisikikkan kata di tingaku.⁣

"Ayah selalu bangga sama kamu"⁣

@30haribercerita @atirecrebirah03 #30haribercerita #30HBC2016 #fiksi

Dimana nyali-ku?

 ⁣

"Kopi lu pait, nyet"⁣

"Liat senyum gue dong biar jadi manis"⁣

"Tambah pait, gila!"⁣

Minum kopi saat matahari hampir terbenam bersamamu menjadi candu baru bagiku. Senyum dan sinar matamu tak pernah ku temukan di wajah yang lain. Pahitnya kopi yang baru saja kau coba, selalu terasa manis karena aku meminumnya bersamamu. Jika aku jujur, pasti kau tidak akan percaya.⁣

"Youfri jadi pengisi acara pensi sekolah lu? Gilaaa, gue mau kenalan dong!"⁣

Sinar matamu semakin terang setiap kali membicarakan salah satu penyanyi yang sedang naik daun. Cemburu rasanya terlalu naif buatku. Sampai sekarang status kita memang hanya tetangga yang kebetulan seumur dan sehobi. Walau jauh di lubuk hatiku inginkan kau lebih. ⁣

"Gue punya kontak dia loh.."⁣

Aku selalu senang menggodamu. Wajah terkejutmu sangat menggemaskan. Kau memaksa aku memberikan kontak yang sejujurnya aku tidak punya. Banyak sekali usahamu untuk mendapatkan kontak itu. Traktir kopi, belikan pulsa sampai mau membelikan sepatu yang sedang aku incar. Kalau boleh barter, aku mau minta hatimu untuk imbalannya. ⁣

"Gue punya akun instagramnya sama twitternya, gue kira lu juga punya"⁣

"Eh monyet! Gue kira lu punya nomer whatsappnya!!"⁣

Suara tawaku menggelegar sampai semua pengunjung kedai menengok. Tak kuasa aku menahan geli di perutku. Wajahmu merah kesal dan memukulku berkali-kali. Aku mengelak dan menggenggam pergelangan tanganmu dengan kuat. Pergelangan tanganmu yang lembut mengingatkanku pada sesuatu. Gelang berwarna hijau lumut yang sudah lama aku simpan. Berbulan-bulan aku mengumpulkan nyali untuk memberikannya padamu. Nyatanya setiap bertemu denganmu aku lupa membawa nyaliku. ⁣

@30haribercerita @atirecrebirah03 #30haribercerita #30HBC2015 #fiksi ⁣

Koma

 ⁣

Tubuhku tak mampu aku gerakkan. Selang infus ada di sebelah kiriku, alat bantu nafas ada di hidungku. Mama dan Papa menangis tiada henti di luar kamar. Aku mendengar semuanya. ⁣

"Bangun, nak. Mama sudah masak puding kesukaanmu"⁣

Mama kini berada di sampingku, ingin rasanya aku memeluknya dan menghapus air matanya. Puding buatan Mama memang juara di hatiku. Setiap sore aku dan Kakakku selalu berebut demi mendapat jatah puding lebih banyak. ⁣

"Dek, tidur lu kelamaan. Rumah jadi sepi."⁣

Kakakku ini memang senang guyon. Kami berdua yang membuat ramai suasana rumah. Ribut karena bercanda namun sering juga ribut karena berbeda pendapat. Apapun yang telah kita lalui, kita berdua tetaplah kakak beradik yang saling menyayangi. ⁣

"Ta, maafin gue yaa"⁣

Kali ini sahabatku yang datang. Ia bersama kekasihku. Mereka penyebab aku kecelakaan. Rahasia yang mereka simpan sejak lama akhirnya terbongkar. Aku melihat jelas kalian bergandengan tangan, berpelukan dan makan malam bersama. Hatiku hancur dan emosi sampai tidak mampu mengendalikan laju mobilku. Kecelakaan itu terjadi tanpa ada yang bisa mencegah. Melihat mereka ada disini lagi dan dengan muka munafiknya mencoba meminta maaf. Rasanya aku ingin tidur selamanya. ⁣

@30haribercerita @atirecrebirah03 #30haribercerita #30HBC2014 #fiksi⁣

Pilihan

 ⁣

"Maaf gue telat"⁣

Kesekian kalinya aku datang telat untuk kumpul bersama teman-teman baikku. Wajah mereka sudah tampak kesal seperti biasanya. Isi piring dan gelas mereka sudah hampir habis. Aku berusaha tersenyum wajar dan memohon maaf dengan tulus.⁣

"Bucin banget sih, kita sampe di duakan"⁣

Salah satu temanku mulai menyindir dengan status baruku. Mereka memang tidak suka dengan pasanganku yang sekarang. Menurut mereka pasanganku ini membuatku tidak punya waktu untuk mereka. Mereka lebih suka aku jomblo dan bebas tanpa pasangan seperti mereka. ⁣

"Bulan depan jadi ya kita ke Bandung"⁣

Kita memang sering jalan-jalan ke luar kota. Wisata kuliner dan mencari tempat berfoto ria untuk kebutuhan instagram. Kebetulan salah satu temanku memang selebgram yang harus selalu menarik postingannya. Wajah mereka sudah mulai membaik karena membicarakan liburan.⁣

"Lu kali ini wajib ikut ya!"⁣

Salah satu temanku menunjukku. Dua kali aku tidak bisa ikut agenda mereka karena memang aku sudah janji lebih dulu dengan pasanganku. Serba salah rasanya merasakan perasaan ini. ⁣

"Gue ngga bisa janji, bulan depan dia mau ngerayain ulang tahun mamanya" ⁣

Takut, ragu dan sedih bersatu padu. Tak berani aku menatap mata teman-temanku. Pasti mereka akan sangat marah dan kesal. Namun aku pasrah. Jika di paksa memilih antara mereka dan pasanganku, aku tidak akan bisa memilih. Keduanya sama penting di hatiku. Aku hanya mampu berdoa semoga mereka cepat atau lambat akan menerima pilihanku. ⁣

@30haribercerita @atirecrebirah03 #30haribercerita #30HBC2013 #fiksi

Ibu

 ⁣

"Sastra? Mau jadi apa kamu?"⁣

Ibu mencoret salah satu jurusan favorit aku di formulir pendaftaran universitas. Rasanya ingin marah namun beliau adalah orang tuaku. Aku berusaha tegar walau dalam hati berkecambuk. Aku melihat beliau memilih satu jurusan yang sama sekali tidak aku minat, kedokteran. ⁣

"Kamu belajar ya, biar lolos"⁣

Ibu memberi buku-buku sukses masuk universitas. Buku-buku tebal dan sangat amat tidak ingin aku membacanya. Aku hanya bisa mengangguk pasrah. Buku-buku itu aku buka satu persatu walau isinya tidak ada yang bisa masuk kedalam otakku. Ingin teriak namun situasinya tidak mendukung. Pergi ke gunung atau ke laut bisa jadi pilihan yang baik saat ini, namun anak kemarin sore sepertiku mana mungkin bisa.⁣

"Jangan main hape terus"⁣

Belum ada 15 menit aku berselancar di media sosial namun Ibu sudah melarangku. Sebenarnya yang ingin kuliah aku atau Ibu? Semua diatur dan semua di paksa. Aku ingin punya pilihan sendiri namun Ibu tak pernah mau mendengarkan apapun penjelasan dan keinginanku. ⁣

"Tidak lolos? Kamu mau kuliah dimana?"⁣

Jelas aku tidak akan lolos. Mengerjakan soal dan wawancara aku lakukan dengan tidak ada semangat. Aku mencoba menjawab dengan benar namun ternyata jawabanku lebih banyak yang salah. Semua buku yang aku baca tak ada yang bisa membantuku menjadi anak kebanggaan Ibu. ⁣

"Aku ngga jadi kuliah, aku kerja aja"⁣

Aku melengos pergi meninggalkan Ibu. Ibu tampak kaget dan terduduk lemas. Aku tahu betul bahwa Ibu kecewa. Aku tahu betul bahwa Ibu ingin aku menjadi dokter, menjadi anak kebanggaan keluarga. Namun Ibu lupa, aku sudah bukan anak TK yang segalanya bisa Ibu atur. Aku sudah punya pilihan hidup. Akhirnya aku memang bukan anak kebanggaan seperti yang Ibu inginkan. Aku hanya anak yang ingin dimengerti dan didengar. ⁣

@30haribercerita @atirecrebirah03 #30haribercerita #30HBC2012 #fiksi

Kekasih yang datang terlambat

 ⁣

"Aku maunya nikah sama kamu"⁣

Tidak terasa air mataku mengalir begitu saja saat kamu mengatakan itu. Tanganmu masih menggenggam secarik kertas undangan pernikahan berwarna keemasan kesukaan calon istrimu. Mata kita terus saling tatap tanpa tahu apa yang kita cari. Tanganku bergetar menerima undangan itu. Air mataku masih terus mengalir tak tahu kapan akan berhenti. ⁣

"Aku usahakan datang"⁣

Kataku saat mata kita akhirnya saling berpaling. Bergemuruh seluruh rasa di dadaku. Mungkin rasanya tidak akan sesakit ini jika aku tidak memiliki rasa yang sama. Mungkin juga segalanya akan lebih mudah jika kita di pertemukan lebih dulu. Mungkin juga...ah! Mengapa aku selalu mencari segala kemungkinan yang tidak mungkin terjadi? Kenyataannya saat ini kamu adalah calon suami orang dan aku hanya salah satu dari ratusan orang yang kau undang. ⁣

"Aku masih mengharapkan keajaiban" ⁣

Tanganmu berusaha meraih tanganku. Namun sayang aku harus menjauh dan menolak semua gerakan mesramu. Aku cukup tahu diri jika memang takdir kita seperti ini. Tidak perlu berusaha mencari kesempatan dalam kesempitan. Aku yakin Tuhan punya rencana lain mempertemukan kita yang tidak mungkin bersatu. ⁣

"Aku usahakan datang"⁣

Aku mengulang kata yang sama. Bukan untuk menegaskan padamu, namun untuk meneguhkan hatiku bahwa aku akan kuat. Setiap kejadian di dunia ini pasti ada hikmahnya. Selamat tinggal kekasih yang datang terlambat. Kenangan kita biarlah menjadi masa lalu. Masa depan kita tidak untuk bersama namun merasakan perasaan ini walau sebentar saja sudah cukup bagiku. ⁣

"Selamat atas pernikahan kalian, semoga bahagia dunia akhirat" ⁣

@30haribercerita @atirecrebirah03 #30haribercerita #30HBC2011 #fiksi⁣

Kepo

 .

"Kesel banget gue"⁣

Wanita berambut pirang itu menggerutu dengan wajah yang sangat asam. Aku memperhatikannya dengan seksama karena sebagai pegawai baru harus tahu situasi yang ada. Salah seorang temannya menghampiri dan mencoba menenangkan, walau terlihat percuma namun ia terus berusaha. ⁣

"Di tolak lagi dong, mau revisi berapa kali lagi coba?"⁣

Wanita berambut pirang itu makin emosi, kemarahannya tidak juga surut. Kali ini seorang lelaki berwajah putih ikut menghampiri dan membaca map yang sejak tadi di pegang oleh wanita berambut pirang. Lelaki itu menawarkan bantuan dan seketika wajah wanita berambut pirang itu berubah ceria. ⁣

"Jangan kepo"⁣

Suara jahil dan nyaring di samping telingaku membuatku terkejut setengah mati. Hampir saja aku lompat dari tempat dudukku. Di sebelahku sudah ada seorang lelaki berambut klimis sedang tertawa melihatku yang masih mengatur nafas. "Maaf" kataku tanpa tahu untuk apa kata-kata itu. Lelaki berambut klimis itu masih saja tertawa dan meninggalkanku sendiri dengan penuh tanya. ⁣

@30haribercerita #30haribercerita #30HBC2010 #fiksi

Pamit

 ⁣

"Aku capek"⁣

Suaramu pelan terdengar benar-benar lelah. Aku yang di sampingmu masih berusaha sabar dengan semua yang terjadi hari ini. Tidak sepatah katapun aku menjawab. Aku tidak ingin ini menjadi seperti perang.⁣

"Kalo keluarga kamu memang ngga setuju, buat apa juga bertahan?"⁣

Bola matamu membesar dan menatapku tajam. Aku tidak sanggup menatap matamu yang sudah merah membara. Aku tahu posisimu sangat tidak enak namun mungkin kamu lupa kalau aku juga sedang berjuang. Aku masih tidak bisa menjawab semua emosimu. Beberapa kali aku mencoba mengusap punggungmu yang memanas namun urung. Rasanya takut jika punggungmu justru menjauh. ⁣

"Sebaiknya kamu terima saja takdir yang mereka ciptakan"⁣

Kali ini kamu mengeluarkan botol minum dan membasuh wajahmu yang sudah sangat panas. Air mataku datang tanpa bisa di cegah. Semua kata-katamu terdengar pasrah dan menyerah. Hubungan kita bukan sesuatu yang baru, masalah kita sudah bertahun-tahun terjadi. Kamu terlihat lupa kalau kita pernah berjanji untuk selalu berjuang bersama. Kamu terlihat tak mampu menjalani kisah rumit ini terus menerus walau aku selalu menemani. ⁣

"Aku pikir kamu tidak selemah ini"⁣

Suaraku bercampur isak tangis. Rasanya sesak dan tak mampu bergerak. Jalan berliku ini tampaknya harus berakhir. Mimpi indah hidup dan menghabiskan sisa umur denganmu nyatanya harus di hapus tanpa menunggu lagi. Wajahmu masih terlihat namun rasanya rindu, rindu sekali dengan semangatmu memperjuangkan kisah kita. Ragamu masih di sampingku namun terasa amat jauh sampai tanganku tak mampu meraihnya.⁣

"Orang tua kamu jauh lebih penting daripada aku. Aku pamit"⁣

Jalanmu sangat cepat dengan kaki jenjangmu. Aku lihat bibirmu tersenyum sekilas lalu bayangmu pun tak mampu ku lihat lagi. Air mataku berhenti, ia ikut pergi dengan semua memori suka duka perjuangan kita. ⁣

@30haribercerita #30haribercerita #30HBC2009 #fiksi

Mawar

 ⁣

"Eeh eh.. Tau ngga sih? Si Miss Red kemarin jalan loh sama si Pak Boss!" ⁣

Miss Julid kembali membuka topik gosip yang sedang hangat. Empat orang mampu ia tarik mendekat untuk lebih panas lagi membicarakan Miss Red yang tertangkap basah makan malam bersama Pak Boss. Aku memperhatikan gerakan tangan, bibir dan badannya sangat semangat sekali seolah ia tidak pernah berbuat dosa. ⁣

"Gila ya, Pak Boss kan udah ketahuan ceweknya banyak kok masih mau aja sih tuh cewek!"⁣

Salah satu dari mereka ikut angkat bicara. Wajahnya tampak kesal dan jijik sekaligus. Semua mengangguk setuju dengan ucapan kawannya. Semua aib Miss Red dan Pak Boss terbongkar semua di meja kerja berwarna abu-abu itu. Aku yang berada tidak jauh dari mereka hanya merasa gerah dan tidak ingin mendengar lebih jauh namun semua suara itu seperti memaksa masuk telingaku. ⁣

"Ya namanya juga butuh duit"⁣

Kali ini seorang pria yang bersuara. Ternyata untuk masalah ghibah tidak memandang jenis kelamin. Lelaki itu mengeluarkan semua kata-kata yang bahkan tidak pernah aku bayangkan bisa keluar dari mulut seorang makhluk berjakun. Semua tertawa mendengar semua tuduhan yang di tunjukan untuk Miss Red. ⁣

"Mawar, nanti ke ruangan saya ya"⁣

Pak Boss memanggilku saat gerombolan julid masih bergosip ria. Miss Red itu adalah aku, Mawar. Semalam memang aku makan malam dengan Pak Boss, lantas mengapa? Aku dan Pak Boss sama-sama single dan kami memang memiliki hubungan khusus. Apakah karena memiliki hubungan dengan Pak Boss aku terlihat seperti orang matre? Pikiran kalian saja yang picik!⁣

#30HBC2004 #30haribercerita @30haribercerita #fiksi

Setuju

 ⁣

"Besok ketemuan yuk"⁣

Pesan singkat dari kamu mampu membuat degup jantungku semakin cepat. Mataku mencari satu diantara tumpukan baju yang saat ini terlihat tidak ada yang menarik. Aku mencari masker wajah dan memakainya dengan cepat sampai lupa membersihkan wajah terlebih dahulu. Aku ingin esok adalah hari terbaik jika memang dia akan mengatakan hal yang sudah lama aku tunggu. ⁣

"Lu keliatan beda"⁣

Kata pertama yang keluar dari mulutmu membuat merah wajahku. Hampir saja aku teriak karena kamu mampu menyadari usaha yang aku lakukan. Aku hanya senyum-senyum malu tanpa bisa berkata-kata.⁣

"Oiya ada hal penting yang mau gue omongin"⁣

Baiklah.. Ini waktunya aku mengatur nafas dengan baik. Aku tidak mau saat dia meminta jawaban, aku malah tidak bisa nafas seperti orang yang tenggelam di lautan. Tarik nafas.. Hembuskan.. Tarik nafas.. Hembuskan.. Berulang-ulang aku mengatur nafasku sendiri namun dengan wajah yang berusaha normal.⁣

"Gue mau keluar dari kantor, gue mau usaha aja. Lu mau ngga bantuin gue promosiin usaha baru gue? Followers lu kan lumayan, mau ya ya ya?"⁣

Wajahku berubah tegang seperti ayam yang lupa makan sejak kemarin sore. Kenyataan yang sangat mengejutkan. Aku hanya bisa mengangguk tanda setuju. Walau aku mengharapkan kata-kata yang lain dari mulutnya, namun beruntungnya jawaban yang aku siapkan tetap sama "setuju". ⁣

#30HBC2003 #30haribercerita @30haribercerita #fiksi

Jogjakarta

 ⁣

Kereta menuju Jogjakarta perlahan meninggalkan stasiun. Aku dengan tas ranselku duduk dengan tenang melirik satu persatu penumpang yang masih sibuk mengatur posisi duduk dan barang bawaan.⁣

"Sudah sarapan?" ⁣

Aku hampir lupa bahwa ada kamu di sampingku. Menatapmu dengan dalam memberi kenyamanan tersendiri di relung dadaku. Kamu membuka roti berisi coklat keju kemudian kau bagi dua denganku. Aku menerimanya dengan senang. Kau selalu tahu apa yang aku suka dan aku butuh sekaligus. Kadang aku merasa kau itu serakah namun seringnya aku merasa kau adalah sesuatu yang sangat aku butuhkan.⁣

"Makan yang banyak, pura-pura bahagia itu membutuhkan kalori"⁣

Kamu menyindir aku. Aku bisa saja kesal dan marah padamu yang selalu saja mengingatkanku akan hal menyedihkan itu. Sayangnya ucapanmu selalu saja benar, aku memang butuh banyak kalori untuk menyaksikan semuanya. Rasanya memori indah masa lalu sudah berubah menjadi jarum-jarum tajam yang setiap menit menusukku secara bergantian. Tiga tahun lamanya aku mengukir kenangan indah dan malam ini aku akan menyaksikan semuanya hanya dalam bentuk kenangan pahit.⁣

"Selamat menempuh hidup baru, semoga bahagia selalu, cepat dapat momongan dan sejahtera.." ⁣

Kamu memborong semua ucapan, aku hanya diam tak berkata apa-apa. Aku menyalami kedua mempelai dengan senyum canggung yang aku pakai. Jogjakarta tidak lagi sama, Jogjakarta telah membuat sesuatu dalam diriku "patah". ⁣

#30HBC2002 #30haribercerita @30haribercerita #fiksi