Friday, July 29, 2011

Sambut Ramadhan :)

jumat, entah mengapa belakangan ini aku sering di tarik dalam acara seminar atau apapun yang berbau agama. awalnya aku ikut hanya karena ingin membantu para panitia yang sebagian besar adalah temanku dan adik tingkat, kasian kalo sepi yang dateng. namun puncaknya hari ini, sebuah acara kecil. bahkan tadinya hampir tidak jadi karena pesertanya sedikit. untung saja sang pembicara seorang yang berpositif thinking dan sangat teguh pendirian. kata-kata beliau yang paling aku rasakan mendalam adalah "jangan sampai kita menggagalkan apa yang sudah kita niatkan baik, apalagi sudah dirapatkan dan dibicarakan sejak kemarin-kemarin"
inilah sebuah kendala yang memang harus kita rasakan pada saat menjadi mahasiswa, jadi ketika kita sudah masuk dalam hidup bermasyarakat yang lebih luas, kita tidak akan kaget dan bingung, cukuplah sekarang saat menjadi mahasiswa kita belajar :)
mahasiswa itu manusia ideal (pak rusdi, 2011)
lalu aku mendengarkan dnegan seksama kata demi kata yang terlontarkan dari sang pembicara, meskipun kami bukan didalam ruangan tertutup namun suara beliau seperti fokus ditelingaku. Setiap kata terdengar jelas dalam telinga ini.
"kalo kita sekolah SD, SMP smpe SMA ada buktinya ga? ada kan berupa ijazah? nah kalo puasa ada buktinya ga? ga ada kan? tapi kita harusnya meningkatkan ibadah kita dari ramadhan sbelumnya. karena ramadhan hadir berdampingan dengan bertambahnya usia kita"
hmmm kata-katanya tuh selalu terngiang, ibadah aku dari dulu kayaknya gitu-gitu aja nih, ga nambah. harus ditingkatkan deh besok.
"puasa itu jangan mengejar nilai seperti saat sekolah. sekarang lulusan SMA nilainya bagus-bagus tapi hasil contekan. pas udah di masyarakat engga berguna dia. ilmunya engga ada. maka puasa ini kita jangan mengejar nilai"
bener-bener engga rugi deh, setiap ucapannya penuh arti nih, membuat aku ingin berubah. bahkan saat kuliah sepertinya aku salah, aku hanya mengejar nilai bukan belajar untuk paham dan cinta. Semoga Allah membimbingku untuk berubah. perubahan yang semakin baaik. Terima kasih untuk pihak-pihak yang berperan dalam niatan perubahan aku ini :)


belajar mencari ilmunya :)   

Monday, July 18, 2011

Perjalanan kelompok etnobotani2 part 8.


Karena perjalanan kami pada hari jumat, maka mentor kami pun harus sholat jumat dimasjid. Alhamdulillah kami menemukan sebuah warung, sambil menunggu kami memakan bekal kami dan jajan di warung. Namun karena cukup lama, akhirnya kami memutuskan untuk mewawancari beberapa orang yang berkeliaran diluar rumah. Kami berjalan kearah masjid supaya sang mentor bisa melihat kita saat kita wawancara, biar ga kepencar gituu. Nah kita malah nemu warung lagi.. bukannya nyari orang buat diwawancarai kita malah nyari jajanan disini, hehe. Kebetulan juga ada 2 cewe, kayaknya sih seumuran kita. Kita wawancara aja, lumayan lah. Setelah kami selesai bertanya pada 2 cewe ini kami duduk santai aja diwarung sambil ngobrol-ngobrol lah.
Cewe 1 : ini penelitiannya wawancara aja ?
RM : iya, tapi sambil lihat juga keadaan rumahnya gimana.
Cewe 2 : kok Cuma ber3 aja?
VS : engga kok, ber4 tapi yang satu lagi sholat jumat tadi ke masjid sana.
Cewe 1 dan 2 : oohhh yang tadiiii, hahaha
Kami ber3 bingung.
VV : yang tadi? Kenapa emangnya?
Cewe 1 : haaahaa engga apa-apa tapi tadi pas lewat kirain TUKANG PLN, abis mukanya mirip PLN tapi kok jalan aja, engga ngecek listrik. Hehe
Kami ber 3 guling-gulingan. Haha. Sabar yaa kang...

****SELESAI****
Terima kasih yaa buat semua yang membantu, buat Halimun... tunggu aku yaa, aku janji akan kesana lagi. Walaupun nantinya pasti sudah berubah, tapi Halimun tetap kenangan. Terima kasih juga yang sudah mau membaca.

Perjalanan kelompok etnobotani2 part 7.


Karena saran dari bapak Rahmat yang bilang daerah citalahap kontrak Cuma biasa-biasa aja, kami melanjutkan perjalanan ke daerah citalahab kampung. Daerah ini biasanya memiliki keanekaragaman tanaman dan hewan karena letaknya yang dekat hutan. Kami menapaki jalanan yang semakin terjal. Berpuluh-puluh langkah kaki kami namun tak juga terlihat perumahan yang kami tuju, kami hanya melihat kebun teh dan kebun teh. Langkah kaki kami semakin gontai, bahkan lontaran semangat dari sang mentor pun tak membuat kami semangat.
DD : ayo dong semangat, tuh rumahnya dibelakang bukit ini.
Kami terus saja melangkah dengan tertatih-tatih. Sampai akhirnya kami melihat sebuah perumahan. Kami sangat senang sekali. Segera kami menghinggapi sebuah rumah yang pintunya terbuka. Semangat kami telah datang lagi.
VV : punten bu..
Ibu : mangga asup
VV : urang mahasiswa bu daék nanya-nanya masalah gunung halimun
(wah si ibu udah cukup tua, beliau tidak bisa berbahasa Indonesia. Jadi VS dan RM hanya manggut-manggut dan tersenyum kepada sang ibu. Yang mewawancarai hanya sang mentor dan pendamping)
DD : sebelumya, naminya saha enya?
Ibu : namina? Abdi? (muka malu-malu) EMOT (dengan nada seperti bilang imut)
DD : tulis tuh namanya bu mot (hehe)
DD : di dieu tanaman anu dawam dimangpaatkeun naon waé?
Ibu : ya yang mesti dimanfaatkan ya sembahyang lima waktu.
(jeng... jeng ... ngapa jadi sembahyang?)
Haha ternyata mentor kita bahasa sundanya masih agak-agak nih, jadi engga nyambung dah. Ckck (bahasa sundanya tanaman = pepelakan)

  ini ibu emot :)