Sunday, January 9, 2022

Antri

 


Asinan sayur Mbak Sari selalu ramai pengunjung. Setiap mau beli pasti harus mengantri dulu.  Siang ini entah ada angin apa Mama meminta aku untuk membeli asinan sayur.  "Lagi pengen aja, Kak" kata Mama sambil memberiku uang lima puluh ribuan dan kunci motor.


Sudah setengah jam aku menunggu tapi pesananku belum juga jadi. Aku melihat antrian di dominasi oleh ibu-ibu muda. Mereka membawa anak balita yang sibuk menonton animasi di YouTube. "Belum pasang gofood juga si Mbak Sari" celetuk salah satu ibu muda.  "Iya,  kan kita jadi ngga perlu antri gini ya" jawab ibu muda lainnya.  Mereka semua setuju Mba Sari menaruh asinan sayurnya di aplikasi gofood.  Sayangnya Mbak Sari malas mengurusnya. "Ngga kepegang" jawab Mbak Sari kalau ditanya. 


Antrianku sudah hampir dekat. Posisi ini bisa melihat Mbak Sari dan dua anaknya sibuk membungkus pesanan.  Tak terbayang jika Mbak Sari memasang asinan sayurnya di aplikasi gofood,  antriannya bisa berjam-jam. Memang asinan sayur Mbak Sari ini rasanya unik dan bikin nagih. Meskipun antri panjang,  semua pembelinya selalu sabar antri.  


"Asinannya 3 ya, Mbak" akhirnya pesananku jadi.  Aku mengangguk dan mengambil pesanan ku. Antrian dibelakangku sudah seperti ular namun mereka semua tetap sabar. Budaya antri ini memang baik untuk melatih kesabaran.


#30haribercerita #30hbc22 @30haribercerita #30hbc2206


Saturday, January 8, 2022

Kopi


 

Kopinya sudah habis. Ini kopi pertama yang berhasil aku habiskan tanpa menambahkan gula. Kamu bilang kopi itu memiliki banyak rasa di akhirnya. Kadang rasa mangga, kadang duren, kadang juga bisa asam seperti jeruk. Jelaslah aku tidak percaya. Berulang kali aku minum kopi itu rasanya pahit, aku baru bisa menikmatinya ketika sudah ditambah gula.  


"Rasanya perpaduan antara melon dan strawberry" kataku berusaha memecahkan kesunyian ini. Kamu menatapku sekilas lalu melanjutkan buku bacaanmu. Aku sedikit terkejut dengan skill yang aku punya sekarang. Ternyata kamu benar, kopi itu tidak pahit. Setiap kopi yang dibuat dapat menghasilkan rasa yang berbeda. Tak lagi perlu gula, kopi itu sudah memiliki rasa yang beraneka ragam.  


Aku kembali ke kamu. Kita memang menjadi asing setelah sebulan memutuskan untuk berhenti komunikasi. Tapi aku butuh kamu. Bersama kamu memang rasanya kacau, selalu bertengkar dan berbeda pendapat. Ternyata tanpa kamu, aku hanya manusia membosankan yang tak punya kebahagiaan. 


"Gue udah ngga bisa, Nggi" kamu menutup bukumu dan menghabiskan kopi dihadapanmu. Aku menatap kamu dengan tanda tanya besar. Apakah sebulan bisa secepat itu merubah kamu? "Maaf, gue rasa udah terlambat. Gue pengen dulu lu ngerti gue, ternyata baru sekarang. Gue udah capek, Nggi." kamu menghembuskan nafas panjang. Ini berat kan? Lalu kenapa kamu tetap ambil jalan ini? Bukannya kita bisa perbaiki sama-sama? Semua pertanyaan berkeliaran hebat di kepala. Terlalu sakit sampai aku tak tahu habis mengucapkan apa. 


Belakangan ini aku berusaha selalu sejajar sama kamu, supaya aku tahu maunya kamu seperti apa. Nyatanya, menjadi sejajar-pun aku masih sulit melihat dunia kamu. Sekarang kita terpisah bagai dua manusia yang tidak pernah saling kasih.


#30haribercerita #30hbc22 @30haribercerita #30hbc2205

Friday, January 7, 2022

Amanah

 


Jam 5 sore pikiranku sudah tidak jernih untuk dipakai berpikir. Rasanya seluruh badanku ingin segera dirumah, mandi dan tidur dengan nyenyak. Sayangnya Mr K masih semangat sekali menjabarkan ide-ide briliannya yang menurutku lebih menyeramkan daripada film pengabdi setan. Aku sebagai anak buah yang baik, mencatat semua omongan Mr K tanpa terlewat meski mata terasa sudah tak kuat.


Mr K mengakhiri omong kosongnya tepat jam 9 malam. Aku lega, lelah dan begah semua menjadi satu. Jam 9 mau naik transjakarta juga sudah jarang yang lewat. Aku membuka ponselku untuk memesan ojek online. "Nad, kamu pulang naik apa?" terkejut aku ketika Mr K sudah duduk disampingku. "Order ojek online aja pak, males jalan ke stasiun" aku berbohong. Harusnya Mr K tahu kalau jam segini, naik kendaraan umum untuk perempuan sudah tidak aman. Realitanya Mr K sudah tajir sejak lahir jadi ia sama sekali tidak kenal kendaraan umum.  


"Nad, cancel aja orderannya. Saya anter kamu pulang" terkejutnya aku saat melihat Mr K sudah siap pulang dan bilang mau mengantar aku pulang. Sebenarnya aku malas, sepanjang jalan pasti akan canggung. Namun menolak permintaan Mr K itu sesuatu yang mustahil. Mr K jalan dua langkah di depanku, langkah kakinya lebar-lebar, aku nyaris berlari agar tidak tertinggal. "Kamu itu belum punya pacar ya?" topik yang tidak pernah keluar dari seorang Mr K. "Hahaha Mr ngeledek saya ya? Yaampun sayangnya bener lagi. Jomblo saya, Mr" sekuat tenaga aku berusaha rileks menjawab pertanyaannya. Anehnya Mr K hanya diam dan tidak melanjutkan percakapan. Mungkin dia hanya berusaha sok akrab.  


Mama aku heboh melihat aku diantar Mr K. Aku selalu cerita keburukan Mr K sampai mama hafal semua perilaku bos sok buleku ini. "Ngga kamu suruh masuk itu si Mister?" mama menyikutku. Aku menghembuskan nafas panjang, malas menjawab pertanyaan mama dan aku harus segera bersih-bersih lalu istrahat karena seluruh badanku rasanya remuk.


Project unggulan Mr K akhirnya menang tender. Anehnya Mr K sama sekali tidak terlihat. Semua mata melihat ke arahku. Aku canggung sekali menjadi pusat perhatian disini. "Sungguh di sayangkan Mr K harus meninggalkan kita semua di saat project yang paling dia inginkan akhirnya goals. Kita memang tidak pernah tahu dibalik kerasnya perilaku seseorang ternyata menyimpan sejuta masalah dalam hidupnya. Kita doakan semoga Mr K mendapatkan kedamaian di sana" Ibu Dahlia menyampaikan pesan yang sangat mengejutkan. Semalam Mr K mengantar aku pulang dan pagi ini aku mendengar berita kepergiannya. Mr K bunuh diri, ia tidak lagi sanggup menghadapi drama keluarga besarnya yang tidak berujung. 


"Nadia, Mr K menitipkan project ini ke kamu. Dalam surat wasiatnya ia mempercayai kamu untuk memimpin sampai project ini selesai. Saya harap kamu bisa menjaga amanah ini. Sekian dari saya." Ibu Dahlia menatap aku tajam. Jujur aku bingung harus senang, sedih atau depresi. Semuanya menyatu dalam hati dan pikiranku. Apa maksud semua ini?


#30haribercerita #30hbc22 #scrapbook @30haribercerita #30hbc2204