Showing posts with label Pengetahuan :). Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan :). Show all posts

Saturday, June 26, 2021

Oleh-oleh Khas Jakarta yang Unik

Hai hai warga Indonesia, kali ini aku mau berbagi informasi mengenai oleh-oleh khas Kota Jakarta. Loh kenapa Jakarta nih?  Karena semenjak menikah dan punya anak akhirnya aku pindah jadi warga Jakarta.  Sudah tiga tahun lamanya dan aku cukup nyaman dengan seluk-beluk Jakarta. 

Uniknya setiap aku pulang ke Rumah Mama sering diminta oleh-oleh dari Jakarta.  Padahal lokasi Rumah Mama hanya di Bogor yang tidak terlalu jauh dengan Jakarta.  Oleh-oleh yang diminta juga biasanya bukan gantungan kunci atau oleh-oleh pada umumnya,  justru Mama lebih tertarik dengan makanan-makanan khasnya Jakarta.  Jadwal berkunjung ke Rumah Mama jadi agenda khusus juga untuk mencari makanan yang memang menjadi ciri khas Jakarta. 

Berikut ini aku informasikan 10 oleh-oleh khas Jakarta yang menurut aku enak dan menarik 😍


1. Dodol Betawi

Sebagai keturunan orang Jawa aku tidak terlalu asing dengan dodol.  Dodol merupakan kue kenyal mirip dengan mochi.  Dodol khas Jakarta namanya Dodol Betawi.  Varian rasa dari Dodol Betawi ada banyak mulai dari rasa ketan hitam hingga durian. Rasa gurih dan manis dari Dodol Betawi ini beneran bikin ketagihan dan ingin mengambil lagi dan lagi. Selain rasanya yang nagih, dodol juga bisa bertahan cukup lama meskipun tidak menggunakan pengawet buatan.  Wah pas banget deh buat dijadikan oleh-oleh. 


2. Roti Buaya

Tidak perlu takut dengan namanya,  karena ini bukan roti yang berasal dari buaya.  Roti buaya ini adalah roti yang bentuknya menyerupai buaya. Roti Buaya memiliki sejarah atau filosofi yang menarik bahkan roti ini sering digunakan sebagai syarat saat melangsungkan pernikahan dalam adat Betawi. Hingga saat ini pun, banyak masyarakat yang masih menggunakan roti buaya dalam perayaan pernikahan mereka. Namun tidak perlu menunggu perayaan pernikahan untuk menikmati roti buaya karena sekarang roti buaya sudah ada di beberapa kedai roti di Jakarta untuk dijadikan oleh-oleh.  


3. Roti gambang

Dokumentasi pribadi dari Vera Septiana

Pertama kali makan Roti Gambang aku langsung suka dengan tekstur dan wanginya.  Roti Gambang ini memiliki tekstur yang empuk namun tidak selembut roti dan ini membuat tekstur Roti Gambang jadi sangat unik. Rasanya khas dengan aroma wangi bubuk kayu manis yang dominan. Rasa manisnya tidak terlalu kuat karena menggunakan gula merah dan warnanya kecoklatan berasal dari warna alami gula merah. Tambahan taburan wijen diatas roti gambang membuatnya terlihat lebih cantik. Kata “Gambang” digunakan karena warna dan bentuk Roti menyerupai salah satu alat musik Betawi, yaitu Gambang.  Masa kejayaan Roti Gambang ini sekitar tahun 1980 – 1990. Kala itu, mulai dari usia anak-anak hingga dewasa banyak mencari dan menikmati Roti Gambang. 


4. Kue Cincin

Kue satu ini dinamakan kue cincin karena bentuknya seperti cincin atau donat dengan lubang ditengahnya.  Kue ini rasanya manis yang berasal dari campuran gula aren saat proses pembuatannya. Kue cincin dapat temukan di berbagai toko oleh-oleh Jakarta. Harganya relative murah dan cocok banget dijadikan oleh-oleh.  


5. Kembang Goyang 

Kue ini mempunyai bentuk seperti bunga matahari yang sedang mekar. Tekstur dari kue ini sangat renyah, dan memiliki rasa gurih. Taburan biji wijen diatas kue ini membuat rasanya semakin gurih dan juga nikmat.  Kue ini dapat dijadikan oleh-oleh karena harganya yang murah dan juga lezat. Kue ini juga cukup awet, sehingga bisa disimpan dalam suhu ruangan untuk beberapa minggu. 


6. Kue Semprong 

Kue ini memiliki rasa yang gurih dan bentuk yang unik. Bentuknya menyerupai tabung dan teksturnya sangat krispi. Kenikmatan akan kamu rasakan sejak gigitan pertama dari kue semprong. Saat ini kue semprong memiliki bayak varian rasa serta isian yang semakin memperkaya kenikmatan dari kue semprong. Aku paling suka sama aroma dari kue ini yang sangat harum dan menggoda selera.  Kue ini sangat cocok bagi penggemar rasa manis, karena menggunakan gula merah sebagai bahan bakunya.


7. Tape Uli

Dokumen pribadi dari Tri Setyowati

Tape uli terdiri dari olahan ketan putih, dengan aroma khas yang menggoda. Cara memakannya cukup unik, yaitu dengan mencampurkan antara uli dan juga tape. Rasa asam yang nikmat dengan perpaduan ketan putih dan ketan hitam. Tape uli sering ditemui di hari besar seperti lebaran. Tape yang satu ini sangat disukai oleh masyarakat di Jakarta, terutama suku Betawi. Sayangnya tape uli tidak dapat bertahan terlalu lama sehingga sulit untuk dijadikan oleh-oleh jarak jauh.  


8. Akar Kelapa

Sesuai dengan namanya, bentuk dari kue ini seperti pohon kelapa dengan bentuk memanjang melingkar dan seperti bergerigi pada bagian sampingnya. Pada orang Jakarta sendiri, kue akar kelapa ini akan lebih sering disebut dengan kue procot. Kue akar kelapa terbuat dari beberapa bahan utama, seperti tepung beras, telur, gula, mentega dan juga tepung ketan. Rasanya gurih dan juga tidak terlalu manis. Kue ini dapat bertahan cukup lama, karena tergolong ke dalam kelompok kue kering.


9. Putu Mayang 

Dokumen pribadi dari Vera Septiana


Berbeda dengan kue putu pada umumnya, putu mayang mempunyai warna yang menarik. Selain itu, cara memakan kue ini juga berbeda, karena harus dicelupkan putu ke dalam gula aren terlebih dahulu. Harganya cukup murah dan cocok dijadikan sebagai oleh-oleh karena kue putu mayang dapat ditemukan hampir di semua sudut kota Jakarta.


10. Biji Ketapang 

Biji ketapang adalah sebuah kue yang terbuat dari tepung dan dicampur dengan parutan kelapa pada bagian dalam kuenya. Rasanya gurih manis dan lezat dalam satu gigitan. Dinamakan biji ketapang karena memiliki bentuk layaknya biji dan digoreng hingga benar-benar kering. Biji ketapang juga sering dijadikan hidangan ketika musim Lebaran. 


Itu dia 10 oleh-oleh khas Jakarta yang menurutku enak dan juga menarik.  Kalau di kota kalian apa nih oleh-oleh khasnya?  Boleh dong di share juga di blog biar bisa ikutan lomba blog dari Universitas Esa Unggul dan bisa menangkan hadiah sejumlah uang tunai.  🤑

Sumber foto https://instagram.com/univ_esaunggul


Nah buat kalian yang baru saja lulus SMA atau punya saudara yang baru lulus SMA dan bingung cari Universitas kalian bisa coba daftarkan di Universitas Esa Unggul yang berlokasi di Jakarta. Pendaftarannya mudah saja kalian tinggal klik link ini dan isi biodata sesuai form yang tersedia.  Untuk melihat fasilitas dan prestasi yang ada di Universitas Esa Unggul kalian bisa kepoin dulu di web ini yaa. 😉

Sumber foto https://esaunggul.ac.id/


#inikotaku #esaunggul 


Friday, June 4, 2021

"Siklus" = Bye Sampah Plastik!


Hai hayati hakkinda,  kali ini aku mau share sebuah inovasi yang jujur udah jadi mimpi aku sejak aku berkeluarga. Semenjak berkeluarga baru sadar banget dunia ini penuh sampah plastik. Mau masak pake minyak wadahnya plastik,  mau mandi pakai sabun wadahnya plastik,  mau nyuci baju sabun cucinya juga pakai plastik.  Plastik kayak memenuhi semua kegiatan kita sehari-hari. 

Belum lagi pas punya anak harus pakai popok sekali pakai,  aduh sampahnya banyak banget.  Ada lagi menstruasi kita tiap bulan dan harus buang pembalut banyak-banyak.  Aku jadi berpikir,  nanti anakku masih bisa lihat indahnya laut ngga ya?  Sekarang aja laut kita udah penuh sampah 😞

Berusaha jaga bumi




Pelan-pelan aku mulai pakai pembalut kain,  membawa botol minum kemana-mana,  membawa tas belanja kemana-mana.  Namun dengan semua yang aku lakukan ini amasih belum bisa mengurangi sampah rumah tanggaku.  Keranjang sampahku masih penuh dengan plastik sabun mandi,  plastik sabun cuci,  dan plastik lainnya.  Aku bermimpi andai saja ada toko yang menjual kebutuhan rumah tangga dalam bentuk refill.  Aku beberapa kali keliling Cijantung - Kalisari berharap menemukan toko refill tapi hasilnya nihil.  Lebih sedihnya lagi toko refill yang ada kebanyakan gulung tikar karena ngga laku 😭


Saat aku sudah menyerah dengan pencarian tiba-tiba suami memberi tahu aplikasi "siklus". Suami tahu informasi ini dari tiktok dan aku langsung melompat kegirangan.  Saat itu juga aku download dan order.  Kalian bisa cari aja di playstore dan instal.  Setelah instal kalian bisa langsung order.

Aplikasi Siklus


Instagram Sikus 


Katalog produk


Siklus ini memiliki produk original,  kalian bisa pilih produk apa saja yang ingin kalian pesan.  Pilihan ukurannya beragam,  mulai dari 250ml,  500ml,  1000ml,  2000ml.  Bahkan mereka juga menjual wadahnya jika kalian tidak punya.  Namun jika kalian di rumah punya botol bekas atau dirigen bekas juga bisa di pakai untuk tempat refill.  

Pesanan perdana 

Berhubung kemarin aku masih coba-coba,  aku hanya pesan 2 item.  Aku tidak membeli wadahnya,  aku isi pakai botol bekas pocari sweat yang 2liter dan botol bekas kopi starbucks 1liter.  Agak malu sih pas abangnya ngisi tapi ternyata abangnya woles aja,  mungkin sudah biasa juga orang-orang pakai botol seadanya di rumah.  

Kontak CS 


 Misalnya kalian bingung atau banyak pertanyaan,  di aplikasi sudah disediakan CS untuk bertanya dan alhamdulillah mereka fast respon. 


Di kasih label 


Setelah merefill botol kita ternyata botolnya juga di kasih label supaya tidak tertukar. Ada tanggal exp juga jadi aman ya 🥰


Di antar pakai motor


Jadi siklus ini datang dengan motor ya,  di motornya udah lengkap semua orderan yang masuk 1 hari sebelumnya. Mereka bawa dengan dirigen per produk lengkap dengan timbangannya juga.  Bayarnya juga bisa cash atau pakai dana, gopay dll.  Jujur ini praktis banget dan mereka ngga pakai biaya antar loh.  Harga yang tertera di aplikasi sudah termasuk biaya antar.  Keren banget ngga sih?  🤩🤩🤩
Selain hemat plastik ternyata hemat uang juga karena harganya juga lebih murah daripada kita beli di minimarket. 


Jadi buat kalian yang di Jabodetabek aku ngewajibin kalian instal aplikasi "Siklus" dan order kebutuhan rumah tangga disana karena dengan refill kita bisa jadi agen penyelamat bumi loh. 🌏🌍🌎


Penghargaan tertinggi buat aku 








Tuesday, May 4, 2021

Nikmatnya Mie Tepung Beras Arirang


Assalamualaikum guys,  siapa sih disini yang ngga suka sama mie? Siapa sih yang nolak makanan enak dan praktis cara memasaknya?  Pasti jawabannya ngga ada yaa.  Semua pasti suka yang namanya mie. Selain teksturnya yang panjang dan kenyal,  memakan mie juga membuat kita menjadi hangat dan gembira apalagi dimakan saat kondisi hujan.  Wah,  itu rasanya seperti puncak kenikmatan tertinggi. 


Sejak pandemi aku mulai terjebak dengan menonton drama korea setiap harinya.  Menonton drama dari negara lain membuatku melihat banyak informasi baru.  Seperti adat istiadat,  tempat-tempat bersejarah,  agama dan kuliner.  Ternyata orang Korea juga suka makan mie seperti orang Indonesia.  Namun karena berbeda negara,  pastinya rasa mie di Korea berbeda dengan rasa mie di negara kita.  Aku jadi penasaran bagaimana sih rasa mie yang suka mereka makan? 


Alhamdulillah, punya teman-teman yang penggila Korea jadi mudah untuk bisa kenal sama brand mie asal Korea  Arirang Mie. Pertama kali lihat brand mie ini memang terlihat Korea sekali ya. Aku bisa membayangkan makan mie bareng sama Pak Seo Jun 😜


PT Jakartanya Tama sebagai produsen Brand Arirang sangat mengutamakan mutu dan kualitas terbaik. Mie Arirang baru saja merilis 3 varian baru untuk penuhi kebutuhan konsumen yang selalu suka dengan hal baru.  Namun,  Mie Arirang tetap memikirkan kehalalan produk untuk mayoritas penduduk Indonesia yang merupakan umat muslim. Produk baru Arirang ini telah mengantongi sertifikasi Halal loh dari MUI.


Untuk lebih dalamnya, mari berkenalan dengan 3 Varian Baru Mie Arirang yang rasanya sungguh enak. Bahan utama 3 varian ini berasal dari tepung beras terbaik. Bahan tepung berasnya dapat mengenyangkan, praktis dimasaknya dan baik juga untuk kesehatan usus. Varian ini baik untuk kamu yang mencari makanan gluten free.


ARIRANG BULGOGI Rice Vermicelli 


Untuk kamu yang suka mie goreng beraroma daging bisa coba bihun goreng Bulgogi Mie Arirang Ini. Aroma Bulgogi alias daging panggangnya tercium sempurna.  Bihun ini juga dilengkapi taburan wijen yang diketahui bermanfaat untuk tubuh, yaitu dapat melancarkan pencernaan. Aku sih suka banget sama varian ini karena aku memang pecinta mie instan goreng. Tekstur mie Arirang ini memang seperti bihun namun dimakannya tetap terasa nikmat karena aroma dagingnya terasa premium dan taburan wijennya membuat makanan terasa lebih otentik dan kaya.



ARIRANG Curry Rice Vermicelli 










Mie Arirang Curry ini pas banget bagi yang suka makanan berbumbu, karena bihun soup dengan aroma curry ini mengandung kunyit. Sementara kunyit diketahui bagus dikonsumsi untuk daya tahan tubuh dan antioksidan.

Menyantap ini jujur, gol dari rasa dan sehat, juga nuansa comfort food-nya dapet banget. Enak disantap kala hujan atau dingin, karena menghangatkan perut.


ARIRANG BONE MARROW Rice Noodle




Beda dengan dua varian bihun di atas, Mie Arirang Bone Marrow beda sendiri. Mienya berbentuk kwetiau dengan taste dan aroma sum-sum tulang.

Kalau Mie Arirang curry itu rasanya berbumbu, nah Mie Arirang Bone soup Marrow ini rasanya lebih ‘jernih’ namun tetap menghangatkan dan terasa genuine karena aroma dan rasa sum sum tulangnya. Cocok untuk yang mencari makanan comfort food tanpa terlalu banyak bumbu.


Sudah ngiler belum dengan penjelasan variannya? Nah, untuk mendapatkan rice floure series dari Mie Arirang ini, kita bisa memesan dari marketplace Arirang resmi di TokopediaShopee , Blibli, Bukalapak, Lazada, dan Ralali. Produk ini telah didistribusikan PT. Sinar Mas Distribution pada awal tahun secara nasional. Selain itu, bisa juga pesan online ke nomor Whatsapp ini: 0812.9480.3696

Ikuti juga Brand Arirang melalui akun FacebookInstagram dan Youtube-nya.


Menurut aku varian baru dari Mie Arirang ini menarik banget. Faktor yang paling aku suka dari kesemuanya adalah faktor kesehatan. Setelah menikmati mie Arirang ini perut terasa ‘ringan’ dan tidak rasa bersalah. Lebih menariknya lagi adalah adanya logo halalnya yang penting banget buat aku yang  suka takut makan makanan produk luar. 

Nah gimana? Sudah tertarik belum dengan Mie Arirang ini? Untuk pecinta makanan praktis dan enak tapi juga sehat wajib banget cobain ini 💟











Friday, March 9, 2012

Sosialisasi KKL

teman-teman.. hanya ingin berbagi informasi mengenai sosialisasi KKL yang tadi aku dapatkan. Semoga bermanfaat yaa..

Jadwal sosialisasi KKL awalnya pukul  15.00 WIB namun sayangnya 2 prodi sedang ada kuliah sehingga jadwal menjadi molor semolor-molornya orang molor.
Sekitar pukul 16.00 WIB barulah sosialisasi dimulai.

Sebagai ketua KKL, bapak Ade mempresentasikan garis besar dari rencana KKL kita pada bulan April.
KKL kita bertempat di TN ALAS PURWO pada tanggal 21 sampai dengan 28 April 2012

TRANSPORTASI

Hasil survei kemarin ternyata jalanan yang kita lalui cukup baik, atau bisa di lalui dengan bus besar namun ada beberapa jalan yang berlubang dan membutuhkan kewaspadaan.
LOKASI
Untuk lokasi disana alhamdulillah ada air, ketika di perlihatkan kamar mandinya terlihat air bersih mengalir cukup deras namun seperti yang sudah-sudah ketika di lapangan memang kamar mandinya tidak terlalu bersih seperti di kamar mandi rumah kalian. Hehe
Kemudian untuk tidur kita menyewa seperti wisma,  namun di harapkan tetap membawa sleeping bag untuk kenyamanan istirahat kita.

AKOMODASI

Untuk mengenai akomodasi dosen yang bertanggung jawab adalah bapak hanum dengan bapak paskal. Kebetulan beliau pada sosialisasi tidak hadir.

KONSUMSI

•    Untuk konsumsi di perkirakan 22 kali makan
•    1 kali makan berkisar Rp 12.500
•    Untuk manajer konsumsi ada Ibu Yon Darma Wanita
•    Makanan yang di hidangkan garis besarnya nasi, lauk, sayur, tempe, krupuk, air panas, minum
•    Makanan khas disana adalah pecel
•    Dan untuk penelitian sejak pagi hingga sore dengan kata lain tidak pulang pada siang harinya maka memberi tahu panitia konsumsi agar di buatkan bekal. Terkait dengan bekal di wajibkan mahasiswa membawa tempat makan pribadi.
•    Peringatan! Untuk piring, sendok dan peralatan makan jangan diletakkan secara sembarangan karena akan di curi oleh kera. (kera di sana gaul, makannya pake piring dan sendok)
•    Untuk panitia konsumsi ada ibu Yos
•    Awal makan kita pada sabtu siang, karena agenda dimulai sejak pukul 07.00 pagi maka diwajibkan mahasiswa sarapan terlebih dahulu.
•    Perkiraan makan 22 kali namun jika kita pulang sampai jakarta pada siang hari maka akan di agendakan tambahan makan menjadi 23 kali.
•    Jika mempunyai makanan pribadi di wajibkan membawa sendiri karena panitia tidak meyediakan
•    Karena perjalanan jauh maka di sarankan membawa cemilan namun di harapkan jangan yang mengandung MSG karena akan menyebabkan sering harus dan akan sering minum akibatnya akan sering ke kamar mandi dan ini akan menghambat perjalanan kita
•    Di harapkan cemilan yang di bawa adalah cemilan yang benar-benar bisa mengganjal perut (bawa nasi kali ya? hehe)
•    Dan ketika berhenti jangan jajan sembarangan, karena itu sangat bahaya. Dapat membuat kita terserang diare.
•    Jika ada yang mempunyai pantangan terhadap makanan harus melapor pada panitia konsumsi.

KESEHATAN

DIBUTUHKAN 2 orang mahasiswa untuk membantu medis
Tim medis ada ibu olla dengan ibu ninul.
Tim medis mewajibkan setiap kelompok memiliki medis sendiri jika sudah tidak bisa di tangani kelompok maka lapor pada tim medis mahasiswa kemudian ke tim medis dosen kemudian baru ke puskesmas

Tiap kelompok mengirimkan emailnya kepada ibu ninul untuk mendata penyakit yang di derita, obat dan mengkonsumsinya sejak kapan.
Obat yang harus di bawa :
1.    Obat pribadi
2.    Obat pusing yang cocok untuk diri sendiri
3.    Obat-obatan kelompok (antiseptik, kapas, plester, analgesik, anti diare, anti alergi, balsem, minyak kayu putih, tetes mata, counterpaint, sunblock)

Tim medis akan menyediakan P3K plus :
•    Multivitamin
•    Oksigen
•    Antasid
•    Minyak tawon
•    Obat luka bakar
•    Obat memar
•    Dan lainnya
Minum antimo agar tidak mabuk (namun tidak begitu disarankan, jangan sampai mabuk)
Wajib minum pil kina 1 minggu sebelum

DOKUMENTASI

DIBUTUHKAN 2 orang mahasiswa untuk membantu tim dokumentasi

Tim dokumentasi mempunyai hak mendaptkan posisi foto yang  bagus, ketika ada yang menghalangi akan di singkirkan.

Di harapkan setiap kelompok mendokumentasikan sendiri masukkan dalam CD dan di berikan pada panitia


LOKASI PENELITIAN

•    Pantai triangulasi (20m dari pesanggrahan) : hutan formasi pantai, hutan suksesi (hutan tanaman, hutan alami)
•    Rawa bendo (3 km dari pesanggrahan) : hutan tanaman-alami, dataran rendah, rawa air tawar
•    Sadengan (2 km dari pesanggrahan) : padang savanah, hutan alam, dataran rendah
•    Pancur (3 km dari pesanggrahan) : pantai berbatu, sungai kecil, hutan tanaman-alami, dataran rendah, formasi pantai, hutan bambu
•    Ngagelan (5 km dari pesanggrahan): penyu, mangrove, hutan tanaman-alami, dataran rendah, formasi pantai
•    Bedul (12 km dari pesanggrahan) : hutan mangrove, segara anak

TEMA DAN DOSEN

1.    Paku : Pak Agung sedayu
2.    Tanaman obat : Bu Sri rahayu
3.    Moluska : Bu Ratna Komala
4.    Bakteri penyu : Bu mumu
5.    Pakan banteng : bu ernawati
6.    Studi populasi bambu : bu vanti
7.    Mangrove : bu Ratdew
8.    Serangga : pak Ref
9.    Vegetasi hutan : bu eka putri
10.    Burung : pak paskal
11.    Primata : bu olla dan bu ninul
12.    Herpetologi : pak hanum
13.    Jamur penyu (diganti) : bu Yos
14.    Ekologi gua : pak ade
15.    Karakteristik tanah : pak adi dan bu reni (tolong di hubungi dosennya karena keduanya belum pasti ikut)

TEMA

Ada tema khusus yang memang di butuhkan menurut pengelola TN
•    Penyakit (jamur/bakteri) pada 4 jenis tukik (saat ini tersedia 2 jenis penyu)
•    Carrying capacity savanah sadengan
•    Potensial tumbuhan obat *kelompok tanaman obat yuk bantu warga alas purwo*
•    Sebaran dan preferensi habitat bambu manggong (Gigantochioa jacobsii syn. G. manggong) merupakan jenis endemik alas purwo *eh eh menarik nih*

KEGIATAN AKHIR

Biasanya di akhir ada pengabdian masyarakat, nah kali ini bukan mengajar di sokolah namun lebih pada penyuluhan. Temanya :
1.    Pakan ternak : bu mumu dan pak ref
2.    Fermentasi : pak hanum
3.    Gizi balita : bu sri rahayu
4.    Nata de soya : bu ninul
5.    Kesehatan reproduksi : bu yos dan bu ratdew
6.    Daur ulang di sekolah : bu olla
7.    Kompos : bu vanti dan bu ratkom *sepertinya nama dosennya masih ketuker-tuker maap Cuma copas dari ppt yg di tampilin tadi*
*pembagian kelompoknya aku masih belum tau*

PANITIA KKL

1.    Penanggung jawab : pak nurdin
2.    Ketua : pak ade
3.    Sekretaris : bu eka putri
4.    Bendahara : bu vanti
5.    Penelitian : bu reni, pak ase
6.    Perlengkapan : pak hanum, pak isnin
7.    Transport dan akomodasi : pak paskal, pak hanum
8.    Pengabdian masyarakat : bu ratkom, pak adi (kalau ikut), bu erna
9.    Kesehatan : bu olla, pak ref, bu ninul, bu sri rahayu
10.    Dokumentasi : bu ninul
11.    Acara : bu titin, bu mieke, bu sri rahayu
12.    Konsumsi : bu yos, bu ratdew
13.    Seminar : bu mumu

RENCANA SUSUNAN ACARA

DIBUTUHKAN 2 orang mahasiswa di tiap prodi untuk membantu acara (di harapkan yang aktif membantu)

 Sabtu, 21 april 2012
07.00 pelepasan oleh dekan
08.00 berangkat ke alas purwo dengan bus

Minggu, 22 april 2012
18.00-19.00 makan malam di banyuwangi
21.00  tiba di basecamp TN alas purwo
21.00-22.00 briefing untuk kegiatan besok
22.00 istirahat

Senin, 23 april 2012
04.00-05.30 shalat subuh, sarapan
05.30-17.00 kegiatan pengamatan hayati di lapangan 1
17.00-19.00 istirahat
19.00-22.00 diskusi hasil pengamatan 1
22.00 istirahat

Selasa, 24 april 2012
04.00-04.30 shalat subuh, sarapan
05.00-17.00 kegiatan pengamatan hayati di lapangan 2
17.00-19.00 istirahat
19.00-22.00 diskusi hasil pengamatan 2
22.00 istirahat

Rabu, 25 april 2012
04.00-04.30 shalat subuh, sarapan
07.00-08.00 menuju tempat pengabdian masyarakat
08.00-12.00 kegiatan pengabdian
12.00-13.00 isoma
13.00-22.00 seminar hasil pengamatan lapangan/acara
22.00-04.00 ke malang

Kamis, 26 april 2012
04.00-04.30  shalat subuh
04.30-07.00  bersih-bersih diri dan sarapan
08.00-17.00 tour ke malang (lokasi?)
17.00 menuju ke yogyakarta

Jumat, 27 april 2012
04.00-04.30  shalat subuh dan sarapan
06.00-07.00 bersih-bersih diri
07.00-12.00 menuju tour yogyakarta : malioboro
12.00 menuju jakarta

Sabtu, 28 april 2012
04.00-04.30 shalat subuh, sarapan
12.00 tiba di jakarta

DANA

Harga KKL perorang adalah Rp 1.550.000

Mengapa mahal? Sama aja kayak ke bali?
Faktor pertama adalah jumlah mahasiswa angkatan 2009 sangat sedikit, berbeda dengan 2008 yang jumlahnya mencapai 115 orang. Kita hanya 73. Otomatis pembagian dana akan sangat besar.

Faktor kedua adalah karena ternyata jarak alas purwo dengan bali hampir sama. Hanya berbeda ketika di bali menyebrang dan kita terus menggunakan bis.
Namun tenang saja, kisaran harga memang di lebihkan karena berita naiknya bahan bakar. Ketika uang yang di perkirakan bersisa maka uang kita akan di kembalikan.

Pengumpulan atau pembayaran dapat di kolektif setiap kelas atau individu paling lambat tanggal 9 april. Di harapkan yang sudah siap membayar segera membayar agar proses KKL kita berjalan dengan lancar.

Disarankan untuk yang tidak sanggup membayar segera hubungi ibu vanti, atau sebelumnya setiap kelas memecahkan masalah itu terlebih dahulu.

tadi ada yang saran pembuatan kaos sendiri, karena anggran untuk kaos cukup mahal yaitu 75.000 nah jika ada yang punya link kaos murah dan bagus segera ajukan ke bu vanti ya. di bawa contohnya dan harganya. kemudian diminta juga nih data ukuran kaos setiap anak ..


Jangan jadikan KKL kita tidak bermakna hanya karena dana, lakukanlah KKL ini sebagai kebutuhan kita bukan sebagai kewajiban. Dana sebesar apapun tidak akan cukup untuk membayar pengalaman KKL kita terutama kebersamaan kita sebagai angkatan 2009 
semangat kawan-kawan 2009..

Tuesday, December 20, 2011

Birdwatching at UIN :)

menindaklanjuti undangan sahabat, saya bersama Rega, Rezki, Eci dan Rina mendatangi kampus UIN. Awal masuk ke dalam kampus kami masih sedikit asing dengan bangunan yang tersusun rapi dan ruang terbuka hijau yang cukup banyak, namun setelah beberapa lama kami beradaptasi kami mulai menikmati pengamatan burung dikampus ini. Melihat banyak burung yang melintas didepan kami, kami mulai menyadari ada sesuatu yang berbeda dari kampus ini. Entah mengapa dari kami merasa burung yang berada disini cukup gembul atau lebih besar dari burung biasanya yang kami lihat di kampus tercinta kami, UNJ. samapai saat ini kami juga belum bisa menganalisis mengapa burung yang berada dikampus ini bisa terlihat lebih gembul. kemungkinan yang dapat diambil adalah. ketersediaan makanan burung dalam setiap spesies lebih banyak daripada jumlah individu dalam spesies tersebut. namun kemungkinan ini masih belum bisa diketahui kebenarannya. Setelah cukup puas melihat ke"unik"an burung dikampus ini, sahabat dari UIN membagi kelompok menjadi 5 kelompok dengan anggota beragam. kami mulai melakukan pengamatan di 5 titik. Setiap kelompok akan mengamati pada 1 titik selama 15 menit kemudian bertukar tempat dengan kelompok lainnya sampai semua kelompok merasakan pengamatan di 5 titik tersebut. pengamatan kami selesai sekitar jam 10 pagi dan kami mulai melakukan diskusi hasil pengamatan kami di kampus UIN. Kami mendapatkan jenis sebagai berikut :
  1. Gereja eresia (Passer montanus)
  2. Walet lincii (Collocalia esculenta-linchii)
  3. Cabai jawa (Dicaeum trochileum)
  4. kutilang (Pycnonotus aurigaster)
  5. layang-layang batu (Hirundo tahitica)
  6. cinenen pisang (Orthotomus sutorius)
  7. cinenen kelabu (Orthomus ruficeps)
  8. tekukur (Streptopelia chinensis)
  9. madu sriganti (Nectarinia jugalaris)
  10. kekep babi (Artamus leucorhynchus)
  11. remetuk laut (Gerygone sulphurea)
  12. caladi tilik (Picoides moluccensis)
  13. kapinis rumah (Apus affinis)
  14. Dara (Columba sp.)
  15. perenjak (Prinia sp.)
  16. kipasan belang (Rhipidura javanica)
Setelah diskusi kami bedah buku bareng mas Ady Kristanto, alhamdulillah dari anggota KPB Nycticorax UNJ dapet 2 buku yaitu Rezki dan Eci karena menjawab kuis. Harga bukunya 
Rp 100.000 loh.. bisa langsung hubungi mas Ady :)

Dari semua kegiatan yang di lakukan hari minggu tanggal 18 Desember 2011 ini cukup menyenangkan walau sebenarnya waktu pengamatan yang kurang pagi sehingga hasil yang kami dapat kurang maksimal. Ditunggu nih undangan birdwatcing lagi untuk KPB Nycticorax UNJ :D

Tuesday, November 29, 2011

Mencicipi pengamatan di Muara gembong



Pagi menjelang siang di hari sabtu, 26 november 2011 itu matahari cukup menyengat di terminal tanjung priuk. Kemacetan daerah ibu kota membuat perjalanan kami cukup terhambat. Hambatan tak hanya datang dari kemacetan jakarta, tepat pukul 12.40 WIB kami sudah sampai di pelabuhan dan segera menaiki perahu sri cahaya dan kami harus menunggu sampai pukul 13.13 WIB untuk berlayar. Namun semua itu tak menyurutkan niat untuk pengamatan burung di Muara Gembong, salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kami Kelompok Pengamat Burung Nycticorax UNJ memulai perjalanan dengan sangat suka cita walau personil kami tidak begitu banyak yaitu, Rezki, Chafid, Mella, Suci, Firly, Esihana, Hike, Dzikrina, Endang, Vera, Dwi dan ada Juliadi, Adin dan Sabrina yang melewati jalur darat. Kami yang melewati jalur laut merasa sangat beruntung, karena saat perjalanan kami sering sekali mengalami perjumpaan dengan burung-burung pantai. Saat pukul 13.27 WIB kami melihat sekumpulan pecuk padi hitam (Phalacrocorax sulcirostris) sedang bertengger di sero, terlihat mata mereka fokus pada air laut dan mencari-cari makanan. Pemandangan seperti ini tidak hanya datang pada 1 burung, kami juga melihat burung dara laut (Sterna sp.) dan burung cangak abu (Ardea cinerea) melakukan hal yang sama namun dalam sero yang berbeda. Sero adalah tiang dari bambu yang digunakan nelayan untuk menahan dan menggiring ikan supaya masuk ke dalam jala.

Setelah menunggu sejam lebih, akhirnya tepat pukul 14.15 WIB kami sampai. Suasana panas segera menyerang setiap sel-sel kulit kami, namun kami tetap bersemangat dan segera beres-beres untuk memulai pengamatan. Beberapa dari kami harus makan siang terlebih dahulu karena bunyi kerucuk dalam perut sudah tak mampu ditahan. Sebelum berangkat pengamatan kami melakukan briefing pukul 16 WIB di dalam rumah pak lurah yang sudah kami sewa. Akhirnya kami membagi diri menjadi 3 kelompok, dan saya masuk ke dalam kelompok 3. Kami pun mulai pengamatan.

Berjalan menuju pematang tambak, kami mulai melihat seperti ada yang bergerak di jalur pematang. Binokuler dengan siaga segera kami gunakan dan ternyata terlihat burung trinil pantai (Tringa hypoleucos)

warna bulunya yang mirip dengan warna pematang membuat kami awalnya tidak mengetahui keberadaan burung ini, setelah sekian lama kami amati ternyata burung ini sedang mencari makan. Burung dara laut biasa (Sterna hirundo) terbang kesana kemari dengan jarak yang cukup dekat. Kami tetap bertahan disini karena cukup banyak burung yang terlihat, burung kokokan laut (Butorides striatus) juga sedang mencari makan didekat burung trinil. Selain dara laut, didekat kami juga banyak burung walet (Collocalia esculenta-linchii) sedang terbang. Mata kami mulai jauh memandang dan terlihat seekor burung berwarna putih bersih yaitu kuntul kecil (Egretta garzetta) dan ada seekor burung terbang dengan gaya yang berbeda, setelah diamati ternyata ini burung cekakak sungai (Todirhamphus chloris).

Di pepohonan sekumpulan burung gereja (Passer montanus) sedang bertengger, kami juga mendapati burung cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster) disekitar pepohonan. Dengan bentuk yang sedikit mirip walet, burung layang-layang batu (Hirundo tahitica) terbang didekat kami. Kaki mulai kami langkahkan menyusuri arah pematang, tak jarang kaki kami tertahan karena tanah yang masih basah namun kami melihat ada seekor burung sedikit orange terbang ke arah mangrove, bentet kelabu (Lanius schach). Kaki kami sudah cukup jauh melangkah dan kami mendengar suara nyanyian kahs burung remetuk laut (Gerygone sulphurea) dan melintasnya burung dara laut tengkuk hitam (Sterna sumatrana) kemudian terlihat juga burung blekok sawah (Ardeola speciosa).



Kami sampai berhenti sebentar karena melihat segerombolan burung pecuk padi hitam (Phalacrocorax sulcirostris) terbang dengan formasi indah yang berganti-ganti, dari lurus berbaris sejajar sampai membentuk huruf V. Burung ini bahkan terbang tepat diatas kepala kami, indah sekali. Setelah terpesona cukup lama dengan formasi ini, kami melihat burung kekep babi (Artamus leucorhynchus) terbang rendah dan juga Raja udang biru (Alcedo coerulescens) sambil sayup-sayup terdengar suara burung tekukur (Streptopelia chinensis) menyambut terbenamnya fajar. Sambil menikmati indahnya matahari terbenam, kami menyaksikan burung cangak abu (Ardea cinerea), Itik benjut (Anas gibberifrons) dan dara laut tengkuk hitam (Sterna sumatrana) melintas secara bergantian. Sambil berjalan kami juga melihat burung cabai jawa (Dicaeum trochileum) yang mungil sedang bertengger.



Matahari sudah mulai tak terlihat dan kamipun berjalan pulang ke rumah pak lurah. Sampai di rumah sebagian dari kami mandi dan ada juga yang duduk santai. Selesai sholat magrib kami makan malam bersama yang sudah disiapkan oleh ibu lurah yang sangat baik. Lelahnya perjalanan dan pengamatan membuat kami sangat lahap makan. Perut yang sudah membuncit karena diisi banyak makanan membuat mata ingin terpejam, namun kami tidak ingin melewati agenda selanjutnya yaitu diskusi.

Dibale yang cukup besar, lampu yang sedikit menerangi dan buah mangga menemani diskusi kami malam ini. Setiap kelompok membeberkan hasil pengamatannya, ternyata kebanyakan menemukan hasil yang sama. Karena lokasi kita memang tidak terlalu jauh. Hanya saja ada beberapa yang berbeda, seperti burung kacamata (Zosterops sp.), Cinenen pisang (Orthotomus sutorius), Dederuk (Streptopelia bitorquata), dan Kipasan belang (Rhipidura javanica) didapatkan oleh kelompok 1. Dan kelompok 2 juga mendapatkan hasil yang sama, hanya berbeda 3 jenis yaitu, Kuntul besar (Egretta alba), Cerek (Pluvialis sp.) dan Trinil kaki merah (Tringa totanus). Selesai diskusi, kami mulai merencanakan agenda besok yang harus pengamatan sangat pagi sekali karena kapal kami akan pulang jam 9 pagi. Hati cukup berat menerima kenyataan kalau harus pulang sepagi itu. Selesai diskusi kami tidur mempesiapkan fisik untuk esok hari.

Pagi hari tepat pukul 6 kami mulai pengamatan kembali, kali ini kami berpencar namun tidak membagi jalur karena hanya ingin menambah jenis yang masih kurang. Karena pada tahun lalu saat ke sini mendapatkan 39 jenis dan kemarin kami hanya mendapatkan 27 jenis. Masih banyak ternyata yang terlewatkan. Dan kami berhasil menemukan 8 jenis lagi, yaitu kareo padi (Amaurornis phoenicurus), Perenjak jawa (Prinia familiaris), Gelatik-batu kelabu (Parus major), Bondol peking (Lonchura punctulata), Bondol jawa (Lonchura leucogastroides), Caladi tilik (Picoides moluccensis), Gajahan (Numenius sp.) dan perenjak rawa (Prinia flaviventris). Jadi total burung yang kami dapatkan ada 35 jenis berkurang 4 dari tahun lalu.

Pukul 08.00 WIB kami selesai pengamatan. Mulai beres-beres pulang dan sarapan pagi. Dan tepat pukul 09.00 WIB kapal kami sudah ingin berangkat. Kamipun mulai berpamitan ke ibu lurah an pak lurah lalu menaiki kapal. Selama perjalanan pulang kami merasa masih kurang puas berada di muara gembong. Namun kami harus pulang, karena kapal hanya ada jam 9 pagi dan jam 5 sore. Setiap dari kami mulai berjanji didalam hati akan kembali lagi ke tempat ini, suatu saat nanti. Sampai jumpa lagi burung-burung muara gembong yang cantik-cantik .